Archive for October, 2009

Because of Facebook…

October 28, 2009

Facebook bagiku adalah suatu alat ajaib yang serta merta meruntuhkan batas-batas dalam masa-masa hidupku. Yang membuatku merasa “ditemani” saat aku merasa melangkah sendiri. Karena ketika ku berjuang, pada saat yang sama ada yang melangkah sama sepertiku, ada yang baru memulai, ada yang satu langkah lebih maju, ada yang dua langkah lebih maju. Tapi gerakannya selalu sama. Tidak terhenti. Tidak diam. Tanpa kusadari, facebook mengajariku tentang kehidupan.

Ketika aku membuat list news feed teman-temanku, batas-batas itu terasa semakin kabur. mereka yang mewarnai hari-hariku terlacak. Sampai-sampai yang kupikir hilang kemana ditelan bumi serentak mengucapkan selamat ketika ku nikah. Kadang-kadang kenangan bersama mereka seakan-akan bertabrakan sehingga aku tak bisa merumuskan kesan yang paling bernyawa. Dan tak bisa mengingat kapan tepatnya. Hanya bisa merasakan. Facebook bagiku seperti mesin waktu.

Tanpa terasa aku telah beranjak. Meninggalkan mereka. Mengubah statusku. Mnegubah visi hidupku. Aku bukanlan yang dulu. Dan diriku yang dulu bukan seperti aku yang sekarang. Perubahan itu pasti. Melalui facebook, kesadaran ini mulai membuncah.

Aku harus berjuang. Aku harus survive.

Kadang-kadang dunia maya terlihat lebih eksis daripada kenyataan itu sendiri.

Sherina-Cinta Pertama dan Terakhir

October 22, 2009

Sumpah, lagu ini daalaaaaaam banget…Lirik2nya merupakan ungkapan perasaan yang sangat natural. Sherina benar2 bisa memukau hatiku waktu dia menciptakan lagu ini. Dan secara otomatis telah menasbihkan dirinya sebagai artis muda berbakat..Love her very much…Yang membuat aku merasakan lagu ini menjadi soundtrack hari-hariku adalah pertanyaan-pertanyaan yang dia ajukan di lirik itu sering kali aku pertanyakan dalam hidupku. AKANKAH SAMA JADINYA BILA BUKAN KAMU ? (it’s the big Q for my self)

Nikmati rangkaian liriknya :

Sherina-Cinta Pertama dan Terakhir

sebelumnya tak ada yang mampu
mengajakku untuk bertahan
di kala sedih

sebelumnya ku ikat hatiku
hanya untuk aku seorang
sekarang kau di sini hilang rasanya
semua bimbang tangis kesepian

reff:
kau buat aku bertanya
kau buat aku mencari
tentang rasa ini
aku tak mengerti
akankah sama jadinya
bila bukan kamu
lalu senyummu menyadarkanku
kau cinta pertama dan terakhirku

sebelumnya tak mudah bagiku
tertawa sendiri di kehidupan
yang kelam ini

sebelumnya rasanya tak perlu
membagi kisahku saat ada yang mengerti
sekarang kau di sini hilang rasanya
semua bimbang tangis kesepian

repeat reff

bila suatu saat kau harus pergi
jangan paksa aku tuk cari yang lebih baik
karena senyummu menyadarkanku
kaulah cinta pertama dan terakhirku

Dan ini videonya : (penasaran sama model cowo video klipnya, hehehhe)

Just, enjoy it…..

Show your love, SINTA……

October 22, 2009

“Sayang, i love you….makin sayang ma kamu”

“Happy Bitrhday ya sayang , i love u full”

“Semakin hari semakin mencintaimu”

‘Babe, makasi ya sudah nemenin aku, aku sayang sama kamu”

Believe me…status2 kaya gitu pasti berseliweran di facebook. Setiap hari, aku punya kebiasaan mengaktifkan account fb-ku dan mulai membaca status teman-temanku (ada yang benar2 teman, ada yang teman baru kenal, ada yang cuma “teman” di fb buat menuh2in list friends). Dan rata-rata aku dah cukup merasa terhibur dengan status-status itu. Kadang-kadang sampe geli sendiri. Ada yang curhat, ngeluh, kasi info, ada yang ga jelas, bikin penasaran..,macam2 deh…Tapi yang paling bisa bikin aku merenung, kalo ada yang memuat statusnay dengan ungkapan perasaan yang sangat dalam, ditujukan untuk pasangannya atau yang akan jadi pasangannya… Yang membuat aku berpikir lebih keras lagi adalah mengapa aku tidak bisa seperti itu. Mengapa aku tidak bisa mengungkapkan perasaanku dengan blak-blakan atau yang lebih sederhananya, kenapa aku ga bisa bikin status cinta-cintaan itu…

Ada perasaan tidak sepantasnya, tabu, tidak enakan dan lain lainnya untuk menunjukkan rasa cinta atau menulis nya di status. Tapi kenapa?Bahkan teman2ku yang aku tau tidak terlalu over mengumbar cinta pernah membuat status seperti itu. Mungkin apa yang kupertanyakan ini bukanlah hal penting tapi bagiku ini merupakan suatu keanehan. Ketika kita tidak terjebak tren dan menjadi minoritas tentu ada yang di luar kewajaran. Pertanyaan lagi sekarang, apakah aku yang tidak wajar atau mereka yang tidak wajar??? Apakah ada yang bisa dijadikan ukuran bagi sesuatu yang disebut kewajaran.

Ada teman yang pernah bertanya, kenapa setelah menikah kami tidak juga “mesra” di fb? Suamiku , yang punya “keanehan” sama sepertiku hanya tersenyum simpul dihadapkan dengan pertanyaan itu. Sementara aku hanya menuntut hatiku dan melontarkan pertanyaan lagi “iya ya, kok kami ga bisa kaya pasangan yang dimabuk cinta lainnya”.

Ketika lelah bertanya, dan hatiku juga sedang tidak berpikirn sama denganku dan tidak bisa diaajak kompromi, akhirnya aku tiba pada suatu kesimpulan yang ku paksakan harus ada. Bahwa pertama, aku mencintai suamiku, meskipun aku tidak bisa menunjukkannya lewat status fb. Cinta kami juga tidak kalah dengan mereka yang a little bit too over saying i love u, kedua, aku bukanlah orang aneh yang tidak wajar, tapi aku dan psanganku adalah orang yang punya prinsip yang tidak terbawa arus, yang melakukan sesuatu karena harus bukan karena diharuskan, ketiga, i just did it, aku baru saja melakukan pengungkapan cinta.barusan,,,,baca point pertama…it’s not too hard to say actually …aku juga bisa melakukannya lagi

i love you, i love my husband, i love mas mus…love….i love you, i love my husband, i love mas mus…love….i love you, i love my husband, i love mas mus…love….i love you, i love my husband, i love mas mus…love….i love you, i love my husband, i love mas mus…love….i love you, i love my husband, i love mas mus…love….i love you, i love my husband, i love mas mus…love….i love you, i love my husband, i love mas mus…love….i love you, i love my husband, i love mas mus…love….

HAHAHAHHAHAHAHAHA..lega rasanya (please, dont call me a weirdo)

Well, thats all folks

-But still have to think a thousand times to say that in my account fb en twitter-

Little pieces of me…

October 15, 2009

Oke,,,lupakan program diet ku, karena benar-benar ga berhasil sama sekali, Lupakan teknik diet dengan makanan rebusan karena yang gorengan masih terlihat nikmat, Lupakan juga diet mengurangi karbo karena sama sekali ga berhasil. IT DOESN’T WORK AT ALL.. Satu pelajaran menarik , semakin aku berusaha membuat pantangan-pantangan dan membatasi diriku, semakin kuat aku mendobraknya, dan semakin tidak berlaku segala rule itu (not just in diet case, i think)…

Rencana diet ga berhasil..so what else..apa sebaiknya aku berhenti menulis tentang planning, dan baru menulisnya setelah action..DDuuhhh..i’m so worst in taking an action…..

Beberapa hari lagi, sahabat terbaikku akan segera menikah. Seumur hidupku sampai sekarang, aku tidak punya banyak teman. Aku sulit untuk berteman. Dan harus kuakui, aku mengalami kesulitan untuk memproduksi suatu aliran pertemanan.. Dan dia, harus kuakui adalah teman terbaikku saat ini, Bukan karena dia selalu ada dalam suka dan duka, tidak..dia tak selalu ada dan aku pun tak selalu ada bersamanya. Tapi karena hatiku merasa terkoneksi dengannya. Dan aku menyayanginya. Jujur, aku selalu memainkan hatiku daripada logika dan akal, mungkin itu yang membuat aku sangat “wanita”. Pernah mendengar tentang perbedaan pria dan wanita, dimana kedua nya sangat berbeda…yang satu dari MARS dan yabg satu lagi dari VENUS..

Aku sendiri sudah menikah, dan telah merasakan duniaku berubah, dan sekatang sahabatku akan menikah. Dunia seakan berputar 180 derajat. Sebnarnya hal ini udah terasa waktu satu persatu teman seperjuanganku di gunung gede, bogor, satu persatu menikah. Pernikahan memang hal besar, tapi tak disangka akan mengubah segalanya. Frekuensi pertemuan, topik pembicaraan, rencana masa depan..semuanya tak lagi sama..Dan saat aku menyadari teman-temanku sudah berubah dan menjauh, aku sendiri terasa menarik diri, dan menjelma menjadi sepeti halnya mereka.. Seprti halnya mereka yang telah menikah…

Sahabatku akan menkah.. Wish her the best..karena pernikahan itu indah tapi tak mudah, kawan……

Resep akal-akalan

October 6, 2009

Karena mamiku sedang keluar kota sama papi, akhirnya aku diharuskan untuk memasak buat keluarga. Sedikit susah juga mengatur waktu antara kerja dan harus masak di rumah. Berikut laporan “sepak terjangku” di rumah selama ga ada mami dan papi….

Hari minggu,

Aku dan suami jalan-jalan pagi sambil belanja ke pasar. Intinya mau beli bahan-bahan untuk memasak selama kedua orgtua ku ga ada. Kami membeli kangkung, bayam, sawi putih, terung ungu, daun bawang, sawi, tempe, tahu, cabe, bawang bombay (FYI, cabe merah 1 kg =40 rb…gila.ampir sm kaya daging sekilo)..Semuanya abis 30 rb aja (buat masak 4 hari hehhehe..ngirit)

Buat sarapan, aku membuat mie instan (rasa soto koya jeruk nipis).

Bahan-bahannya :

mie instant 2 buah

bawang merah 2 biji

bawang putih 2 biji

bawang bombay 1/4 bagian

minyak goreng 2 sdm

telor 1 buah

cabe rawit (secukupnya)

sawi secukupnya juga

daun bawang (iris bulat2)

Cara membuatnya : tumis bawang merah, bwg putih, bwg bombay sampai harum, lalu masukkan cabe dan telor…diaduk2 smp telurnya menjadi orak arik, setelah tumisan sedikit kering, masukkan air matang 2 gelas..didihkan…setelah mendidih masukkan mie, sawi dan daun bawang….

Tunggu sampai mie matang..oiya bumbu mi instannya di taru di mangkok saji..lalu masukkan rebusan mie tadi ke mangkok saji

indomie siap dihidangkan….

Untuk makan siang, aku bikin tumis kangkung dan martabak tahu kornet dan tumis sardencis…

Ini resep akal-akalannya (berdasarkan ngeliat mami masak, hobi nonton acara masak-memasak en suka banget ngunduh resep2 di internet)

  • TUMIS KANGKUNG

Bahan-bahannya : kangkung 2 ikat (disiangi, potong tengah batangnya), bawang merah 3 buah, bawang putih 1 buah, bombay 1/2 bagian, tomat 1/2 (potong sesuai selera), terasi (digoreng dulu, secukupnya aja), cabe merah 3 buah, cabe rawit (secukupnya), garam, gula, udang (dikit aja buat flavour ), lengkuas, salam

Cara buatnya : ulek cabe merah, cabe rawit, terasi dan garam, setelah itu irisan bawang dan udang di tumis, setelah harum masukkan salam dan lengkuas, lalu masukkan ulekan cabe dan terasi tadi, di tumis bentar, lalu masukkan kangkung…kasi air dikit..kasi garam dan gula..dan tomat diaduk..angkat bila kangkung sedikit layu (jangan lama2, ntar ga kres-kres kangkungnya)…siap disantap

  • TUMIS SARDEN

Bahan-bahannya hampir sama dengan tumis kangkung minus terasi dan udang dan kangkung tentunya

Cara membuat juga ampir sama..tumis aneka bawang dulu, setelah bawang layu masukkan cabe2an dan lengkuas dan salam, tumis sampe semua bahan tadi harum, lalu masukkan tomat (biar ga benyek), masukkan sarden (minus kalengnya hehhehe)…tambah sedikit air matang, gaaram, gula, didihkan sampe sedikit kental..angkat dan siap disantap….

  • MARTABAK TAHU KORNET (yang ini bener2 akal2an aku, tp hasilnya enak lhooo)

Bahan-bahannya : kulit lumpia (beli di pasar aja, hasilnya lebih crispy setelah di goreng daripada beli di supermarket), kornet, telor, tahu putih, daun bawang (iris tipis2), cabe rawit (jika suka pedes), minyak goreng, garam , merica (dihaluskan)

Cara membuat : tahu putih dihancurkan lalu dicampur dengan kornet, dikasi garam dan merica lalu ditumis dengan minyak sedikit aja…Sementara itu irisan daun bawang di taru mangkok lalu  masukkan telur, diaduk rata, kasi garam dikit..sisihkan..

Siapkan minyak goreng diatas wajan lalu panaskan. Ambil talenan atau wadah yang ceper untuk alas bikin martabaknya. Siapkan kulit lumpia di atas wadah tadi, ambil sesendok campuran telor dan daun bawang diatas kulit lumpia, lalu sesendok campuran tahu dan kornet..lipat seperempat bagian, lalu kedua sisinya di rekatkan, terakhir ditutup dengan sisa kulit. Masukkan martabak tadi ke wajan berisi minyak panas dengan bagian yang hasil lipatan di bag bawah. Goreng sampai berwarna kuning kecoklatan dengan api sedang..Sajikan..

Ketiga menu tadi menghiasi meja makan waktu itu, di minggu siang, kala hujan (lumayan deras)..

Semoga hari2 berikutnya aku bisa memberikan yang lobih baik untuk keluargaku…aminn

Salam

-yang terus menerus berusaha  meningkatkan kemampuan memasaknya-

nb : foto2 diatas dari mbah google dengan tingkat kemiripan hampir 99,99999 % dengan hasil masak waktu itu (punten ya yang foto2nya aku ambil) , karena belum beli pocket camera, jadi belum bisa upload foto hasil masakan sendiri…hiks…

nb2 : buat penampakan mi instan entah mengapa belum ada yang mirip dengan versi aku…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.