Archive for the 'My Life' Category

Because of Facebook…

October 28, 2009

Facebook bagiku adalah suatu alat ajaib yang serta merta meruntuhkan batas-batas dalam masa-masa hidupku. Yang membuatku merasa “ditemani” saat aku merasa melangkah sendiri. Karena ketika ku berjuang, pada saat yang sama ada yang melangkah sama sepertiku, ada yang baru memulai, ada yang satu langkah lebih maju, ada yang dua langkah lebih maju. Tapi gerakannya selalu sama. Tidak terhenti. Tidak diam. Tanpa kusadari, facebook mengajariku tentang kehidupan.

Ketika aku membuat list news feed teman-temanku, batas-batas itu terasa semakin kabur. mereka yang mewarnai hari-hariku terlacak. Sampai-sampai yang kupikir hilang kemana ditelan bumi serentak mengucapkan selamat ketika ku nikah. Kadang-kadang kenangan bersama mereka seakan-akan bertabrakan sehingga aku tak bisa merumuskan kesan yang paling bernyawa. Dan tak bisa mengingat kapan tepatnya. Hanya bisa merasakan. Facebook bagiku seperti mesin waktu.

Tanpa terasa aku telah beranjak. Meninggalkan mereka. Mengubah statusku. Mnegubah visi hidupku. Aku bukanlan yang dulu. Dan diriku yang dulu bukan seperti aku yang sekarang. Perubahan itu pasti. Melalui facebook, kesadaran ini mulai membuncah.

Aku harus berjuang. Aku harus survive.

Kadang-kadang dunia maya terlihat lebih eksis daripada kenyataan itu sendiri.

Show your love, SINTA……

October 22, 2009

“Sayang, i love you….makin sayang ma kamu”

“Happy Bitrhday ya sayang , i love u full”

“Semakin hari semakin mencintaimu”

‘Babe, makasi ya sudah nemenin aku, aku sayang sama kamu”

Believe me…status2 kaya gitu pasti berseliweran di facebook. Setiap hari, aku punya kebiasaan mengaktifkan account fb-ku dan mulai membaca status teman-temanku (ada yang benar2 teman, ada yang teman baru kenal, ada yang cuma “teman” di fb buat menuh2in list friends). Dan rata-rata aku dah cukup merasa terhibur dengan status-status itu. Kadang-kadang sampe geli sendiri. Ada yang curhat, ngeluh, kasi info, ada yang ga jelas, bikin penasaran..,macam2 deh…Tapi yang paling bisa bikin aku merenung, kalo ada yang memuat statusnay dengan ungkapan perasaan yang sangat dalam, ditujukan untuk pasangannya atau yang akan jadi pasangannya… Yang membuat aku berpikir lebih keras lagi adalah mengapa aku tidak bisa seperti itu. Mengapa aku tidak bisa mengungkapkan perasaanku dengan blak-blakan atau yang lebih sederhananya, kenapa aku ga bisa bikin status cinta-cintaan itu…

Ada perasaan tidak sepantasnya, tabu, tidak enakan dan lain lainnya untuk menunjukkan rasa cinta atau menulis nya di status. Tapi kenapa?Bahkan teman2ku yang aku tau tidak terlalu over mengumbar cinta pernah membuat status seperti itu. Mungkin apa yang kupertanyakan ini bukanlah hal penting tapi bagiku ini merupakan suatu keanehan. Ketika kita tidak terjebak tren dan menjadi minoritas tentu ada yang di luar kewajaran. Pertanyaan lagi sekarang, apakah aku yang tidak wajar atau mereka yang tidak wajar??? Apakah ada yang bisa dijadikan ukuran bagi sesuatu yang disebut kewajaran.

Ada teman yang pernah bertanya, kenapa setelah menikah kami tidak juga “mesra” di fb? Suamiku , yang punya “keanehan” sama sepertiku hanya tersenyum simpul dihadapkan dengan pertanyaan itu. Sementara aku hanya menuntut hatiku dan melontarkan pertanyaan lagi “iya ya, kok kami ga bisa kaya pasangan yang dimabuk cinta lainnya”.

Ketika lelah bertanya, dan hatiku juga sedang tidak berpikirn sama denganku dan tidak bisa diaajak kompromi, akhirnya aku tiba pada suatu kesimpulan yang ku paksakan harus ada. Bahwa pertama, aku mencintai suamiku, meskipun aku tidak bisa menunjukkannya lewat status fb. Cinta kami juga tidak kalah dengan mereka yang a little bit too over saying i love u, kedua, aku bukanlah orang aneh yang tidak wajar, tapi aku dan psanganku adalah orang yang punya prinsip yang tidak terbawa arus, yang melakukan sesuatu karena harus bukan karena diharuskan, ketiga, i just did it, aku baru saja melakukan pengungkapan cinta.barusan,,,,baca point pertama…it’s not too hard to say actually …aku juga bisa melakukannya lagi

i love you, i love my husband, i love mas mus…love….i love you, i love my husband, i love mas mus…love….i love you, i love my husband, i love mas mus…love….i love you, i love my husband, i love mas mus…love….i love you, i love my husband, i love mas mus…love….i love you, i love my husband, i love mas mus…love….i love you, i love my husband, i love mas mus…love….i love you, i love my husband, i love mas mus…love….i love you, i love my husband, i love mas mus…love….

HAHAHAHHAHAHAHAHA..lega rasanya (please, dont call me a weirdo)

Well, thats all folks

-But still have to think a thousand times to say that in my account fb en twitter-

Little pieces of me…

October 15, 2009

Oke,,,lupakan program diet ku, karena benar-benar ga berhasil sama sekali, Lupakan teknik diet dengan makanan rebusan karena yang gorengan masih terlihat nikmat, Lupakan juga diet mengurangi karbo karena sama sekali ga berhasil. IT DOESN’T WORK AT ALL.. Satu pelajaran menarik , semakin aku berusaha membuat pantangan-pantangan dan membatasi diriku, semakin kuat aku mendobraknya, dan semakin tidak berlaku segala rule itu (not just in diet case, i think)…

Rencana diet ga berhasil..so what else..apa sebaiknya aku berhenti menulis tentang planning, dan baru menulisnya setelah action..DDuuhhh..i’m so worst in taking an action…..

Beberapa hari lagi, sahabat terbaikku akan segera menikah. Seumur hidupku sampai sekarang, aku tidak punya banyak teman. Aku sulit untuk berteman. Dan harus kuakui, aku mengalami kesulitan untuk memproduksi suatu aliran pertemanan.. Dan dia, harus kuakui adalah teman terbaikku saat ini, Bukan karena dia selalu ada dalam suka dan duka, tidak..dia tak selalu ada dan aku pun tak selalu ada bersamanya. Tapi karena hatiku merasa terkoneksi dengannya. Dan aku menyayanginya. Jujur, aku selalu memainkan hatiku daripada logika dan akal, mungkin itu yang membuat aku sangat “wanita”. Pernah mendengar tentang perbedaan pria dan wanita, dimana kedua nya sangat berbeda…yang satu dari MARS dan yabg satu lagi dari VENUS..

Aku sendiri sudah menikah, dan telah merasakan duniaku berubah, dan sekatang sahabatku akan menikah. Dunia seakan berputar 180 derajat. Sebnarnya hal ini udah terasa waktu satu persatu teman seperjuanganku di gunung gede, bogor, satu persatu menikah. Pernikahan memang hal besar, tapi tak disangka akan mengubah segalanya. Frekuensi pertemuan, topik pembicaraan, rencana masa depan..semuanya tak lagi sama..Dan saat aku menyadari teman-temanku sudah berubah dan menjauh, aku sendiri terasa menarik diri, dan menjelma menjadi sepeti halnya mereka.. Seprti halnya mereka yang telah menikah…

Sahabatku akan menkah.. Wish her the best..karena pernikahan itu indah tapi tak mudah, kawan……

Go Diet

September 29, 2009

Satu hal yang jelas sekali perubahannya setelah aku nikah….which is AKU TAMBAH GENDUT..bangettt…sekarang berat badanku sudah 61 kg..gila..i’m never touch that level before.(FYI..dulu siy paling berat cuma 58). Satu pertanyaan sekarang : apa yang menyebabkan aku jadi membengkak gini???

My analyse so far:

  • bulan madu yang cuma di rumah aja…ga ada kegiatan..kerjaannya cuma berduaan aja dengan suami..
  • nafsu makan tiba2 meningkat, apalagi suami yang terus menerus ngajak ditemenin makan…oh iya porsi karbo juga lebih besar sekarang..
  • punya suami rajin bisa menyebabkan berat badan naik…gimana ngga? ketika pembantu pulang mudik, aku berharap bisa olahraga dengan ngerjain pekerjaan rumah tp suami malah yang lebih rajin, padahal udah sering aku ingetin ga usah ngpa2in(biasa basa-basi) tp dia tetep keukeuh…yaa..aku ga otomatis nganggur siy..tp tetep aja kurang “olahraganya”
  • faktor lebaran (klise), makanan banyak, rata2 bersantan….
  • yaaa..intinya…gara2 ga banyak gerak sm kebanyakan makan…
  • tdinya mikir karena lagi hamil,,..tp akhirnya kedatangan bulan juga…hiks..jadi bukan karena itu..emang gw GEMUKAN sekarang……

Sekarang siy udah fokus mau diet..apalagi mami udah nyap-nyap aja…komen terus soal berat badan aku…liat di milis jalan sutra..pak Bondan juga lagi diet sekarang (ATKINS) ..ngeliat program dietnya  yang no carbo no sugar, kayanya rada berat juga..aku emng paling susah pisah ma nasi…dulu siy udah sering googling soal diet (sekarang juga masih) dan menemukan macam-macam program diet…dan sempat tertarik mengikuti salah satunya serti diet Mayo..tp sampai sekarang rasanya susahhh banget.Ada aja godaannya..paling susah siy nahan godaan dari masakn mami apalagi asam padehnya…slurrppp…

Aku siy pengen coba diet yang tidak mengurangi karbo sama sekali…dan sedikit modifikasi..buat sarapan..cukup dengan lemon tea dan roti bakar, makan siang dengan nasi setengah porsi dan sayur dan lauk yang direbus/kukus, malamnya kentang rebus dengan sayur, lauk kukusan ..without ngemil en snack..paling buah aja kalo ada…

Aku pengen coba menu diet itu setelah syawalan ini…mudah2an aja berhasil..hehhe..for the progress wait for another post…

See u..

Late Honey Moon

September 28, 2009

After Marriage, semuanya terasa begitu tenang..sampai-sampai gairah menulis di blog ini jadi ikut hilang. Postingan terakhir tentang persiapan nikah. Dan ALHAMDULILAH prosesi pernikahanku berlangsung lancar dan mudah-mudahan barokah. Acaranya sendiri sempat terasa menegangkan bagiku (terutama detik-detik ketika aku lagi di make-up, yang terasa sangat lama, sementara para undangan sudah menanti). Tapi after all, semuanya berlangsung smooth.. Makanan masih tersisa. Para undangan juga banyak yang datang (meskipun sangat disayangkan teman kuliah tidak ada yang datang). Dekorasi juga lumayan bagus. Dengan budget yang sangat terbatas, bersyukur sekali pesta nya berlangsung lumayan meriah.

Setelah resepsi, aku dan suami ga sempat bulan madu. Bukan ga sempat siy, sebenarnya ga ada rencana buat bulan madu kemana gitu.. papi sempat nawarin buat ikut ke yogya (sekalian ikut papi tugas), tapi akhirnya ga jadi juga karena mesti jagain adek yang masih smp di rumah. Akhirnya ya di rumah aja.Sempat berencana mau ke Ubud sama suami. Tapi budget mesti dialokasikan ke pos lain. hiks….Mudah2an suatu saat kesampean bulan madu ke ubud.

Anyway, setelah lebaran juga ga jadi ke kampung halaman suami dengan alasan libur lebaran yang cuma sebentar, aku dan suami dapat kesempatan untuk berlibur ke luar kota. Yah meskipun ditemani sm mami papi hehhe..itu pun hanya ke bandung, sekalian ngurusin kosan adek yang baru masuk kuliah di unisba. Tapi kesempatan semacam itu terbilang langka, jadi harus dimanfaatkan sebaik2nya….

Tanggal 26 september 2009, sekitar pukul 9, kami (aku, suami, mami, papi) berangkat ke bandung lewat cipularang. Kami sampai di bandung sekitar pukul 11, langsung ke kebon bibit tempat kosan adek yogi. Abis beres2, dan meninggalkan yogi di tempat tinggal barunya. Papi ngajak makan siang. Katanya mau ngasi tempat makan yang murah dan enak. Dari kebon bibit ke arah gedung sate, di depan alun-alun ada kantor telkom, di belakang kantor telkom itu ada jalan merak, masuk kira2 100 meter, ada rumah makan sari bundo, yang menyajikan masakan padang tapi dengan konsep masakan sunda (alias makanan ambil sendiri). Menunya juga tidak melulu khas makanan padang. Ada macam2 gorengan, sambel dan sayur sop. Aku memilih ayam cabe ijo, dengan terong sambel merah.Dan tak lupa segelas es jeruk. Hmm..rasanya lumayan nikmat, porsinya juga lumayan besar. Bisa jadi salah satu rumah makan favorit niy di bandung.

Setelah itu kami check in di hotel, Karena lagi akhir bulan hehehe alias kantong cekak, kami menginap di hotel kelas melati di jalan dalem kaum. namanya hotel astria graha. Hotelnya kecil tapi sangat bersih. Dan sangat dekat dengan spot belanja mamiku yang paling aduhai yaitu di kings. tempat perbelanjaan yang lumayan udah lama banget di bandung. Ga tau juga siy persis berdirinya kapan.

Malamnya, aku dan suamiku (ditemani mami hehe) jalan-jalan kaki menyusuri jalan daem kaum, menuju musjid raya dan akhirnya berbelok ke kings. ternyata toko2 sudah banyak yang tutup. Tinggal sisa2 laskar perjuangan aja…trus kami  tergiur sm mi kocok yang banyak berjualan di sepanjang jalan itu. Yang masih marak bukanya. Mi kocoknya kurang begitu enak, baksonya terasa tepung saja. tetelannya masih keras, dan yang paling mengganggu bau dagingnya masih tercium. Sehingga sedikit menurunkan selera. Walhasil kami bertiga pulang dengan hanya perut kenyang, tanpa terbayang enaknya mie kocok..Nyeselll…..Padahal setiap ke bandung, aku kepengen sekali merasakan mie kocok yang enak. Sayang mi kocok langganan mami di depan jalan asia afrika tidak buka..

Malamnya, karena masih lapar, aku dan suami keluar mencari makan. Seingatku di depan hotel, ada yang jual roti bakar, lumayan mengganjal perut. Tapi roti bakarnya malah ga jualan. Yang ada cuma nasi gule dan nasi goreng. Suamiku memilih nasi gule, yang lagi2 mengundang sesal, Gulenya aneh sekali, santannya encar, dengan rasa manis yang terlalu pekat, daging yang digunakan juga lebih banyak jeroannya.

Besoknya, kami dikabari kalo bibi ku mau pindahan dari rumah dinasnya di komplek perumahan DPR (karena sudah tidak terpilih lagi) ke rumah kontrakan yang lokasinya tidak terlalu jauh.. Akhirnya kami sibuk membantu pindahan sekitar setengah hari lalu kembali ke jakarta..

Huuu..perjalanan yang tidak bisa disebut honey moon..Pulang-pulangnya malah sakit perut….Hiks…

-mengharap dapat sponsor buat ke ubud-

Sindrom Akut

July 7, 2009

Menjelang W-day, aku seakan-akan tak mau berfikir. Dan membiarkan tubuhku bergerak tanpa aku berpikir. karena setiap pikiran yang timbul menjadi pertanyaan-pertanyaan dan aku sedang tidak ingin bertanya jawab dengan hatiku. Aku juga sedang tidak memilki minat untuk menganalis perasaanku, tidak punya sikap untuk mencerna setiap keanehan-keanehan yang mungkin timbul. Aku sedang membiarkan kebingungan dan keragu-raguan tetap ada, membiarkan nya, let it be, tanpa berusaha membongkarnya dan membuatnya tidak bercabang lagi.

Aku merasa kesepian menjemputku. Dan aku tidak pernah semerasa begitu sendirian selama ini sepanjang hidupku. Aku merasa sendirian dan tak ada dukungan. Dan itu membuatku sangat tidak bersemangat. Membuatku tak sanggup untuk menggairahkan diriku sendiri dalam menanti hari-hari yang seharusnya indah. Aku mulai merasa ini semua tidak indah. Dan aku ingin menangis karenanya. Tapi tidak bisa, Seperti yang sudah-sudah ketika hatiku menjerit air mataku mengering.

Aku sendirian. Tapi aku tidak tahu penyebabnya. Apakah karena aku yang menarik diri atau teman-teman yang kuharap menaruh perhatian pada ku mendadak sibuk dengan dunianya sendiri. Atau karena aku sedang berada di puncak tingkat kesensitifan. Saudara-saudaraku yang kuharapkan supportnya lalu menghilang dan aku tak mau meminta-minta karena harga diriku terlalu besar bahkan untuk memohon pada saudaraku sendiri. Dan aku tak kuasa menyesalinya.

Sepertinya aku mengalami sindrom pra pernikahan. Seperti di masa sebelum ini aku merasa ketakutan yang sangat. Dan perlahan-lahan membentengi diri dengan sikap diam. Bahkan di saat aku merasa aku sudah siap. Dan memutuskan untuk mengatakan ya. Ketika sebelumnya aku beralasan karena ketidaksiapanku. Aku merasa aku siap sekarang. Setidaknya kuharap begitu…

AAAAHHHHHHH…Aku ingin teriak, aku ingin menghubungi teman-teman lamaku, dan memeluk mereka, ingin bercerita sepanjang malam dengan mereka, ingin makan-makan satu meja dengan mereka, memilih menu yang berbeda-beda sehingga bisa saling merasakan, aku ingin jalan-jalan dengan mereka, berfoto-foto, aku ingin makan bubur di pagi hari di taman kencana, aku ingin makan bakso boboho lagi..aku ingin menangis sekuat-kuatnya…Biarkan aku menangis, setidaknya itulah yang bisa membuatku lega. Mungkin setelah menangis tenagaku akan terkumpul lagi….

Hope Happines will come..

April 6, 2009

Jangan sangka aku bukanlah orang yang berbahagia. Secana general, i’m a happy person and should to be. I have a complete family, my beloved fiance, and i have a job too. . Dan aku rasa sudah seharusnya aku bersyukur dengan semua yang aku punya.

Manusia memang selalu tidak pernah puas dan selalu menomorsatukan nafsu dan keinginan. Ketika sudah memiliki yang diinginkan, melihat saudara atau temannya memiliki lebih, lalu targetnya berubah, lebih tinggi dan di luar kemampuan. Kemauan yang semula yang telah didapatkan malah diabaikan.

Minggu kemarin, aku baru aja menonton dvd film Indonesia, berjudul From Bandung with Love, yang main Marsha Timothy dan Richard Kevin. Di situ dikisahkan tentang Vega ( diperankan oleh Marsha Timothy ) yang memiliki pacar yang baik dan sabar bernama Dion (diperankan oleh Richard Kevin). Kisah percintaan mereka begitu manis dan lembut dan keduanya terlihat saling menyayangi, meski sifat keduanya bertolak belakang. Vega lebih outspoken dan Dion yang kalem. Sampai ketika Vega yang seorang  mahasiswi, memilki pekerjaan sambilan sebagai penyiar radio yang membawakan acara “from Bandung with Love ” dan juga sebagai copywriter di sebuah perusahaan advertising di Bandung ( she is a lucky girl, isn’t she? ) merencanakan untuk menjadikan temen sekantornya Ryan as her object research about the man who can’t be loyal to his girlfriend. Dan saat dia mencoba meneliti objeknya itu, menerima semua kebaikan si playboy Ryan, diperlakukan dengan nice with Ryan , hal yang tak dia dapatkan dari Dion, karena Dion cenderung lemah terhadapnya dan tipe cowo yang nrimo, pasrah terhadap pasangannya. Perlakuan Ryan membuat Vega berbunga-bungan dan lupa akan tujuan awalnya. Sampai Vega mulai membohongi Dion demi berduaan dengan Ryan, bahkan membiarkan Ryan menciumnya. Dion mengetahuinya, melihat dnegan mata kepala sendiri, dan hancurlah dia, terlebih Vega hancur oleh kebodohannya sendiri. Hingga akhirnya mereka pisah dan berlaku2 seolah2 tidak saling mengena.

Cerita tersebut menyadarkan aku, betapa ketidakpuasan selalu merongrong hati. Bukan hanya dari kisah cinta saja, dari segala hal, materi, pekerjaan, keluarga.. Semuanya bisa mengarahkan kita kepada ketidakpuasan.. Mengapa aku memasang judul “Hope Happiness will come “, bukankah itu menjadi ironi dari isi blogku ini. Well, itu menandakan bahkan ketidakpuasan akan menjadi sebuah ironi yang menyedihkan karena ketidakpuasan akan ada meskipun kita menyangkalnya…Hanya kuharap kebahagiaan akan datang untukku, kebahagiaan yang lebih daripada kebahagiaan yang kumiliki sekarang, bukan ku mencari kebahagiaan yang baru, tapi ku ingin kebahagianku yang sekarang akan berubah menjadi kebahagiaan yang sempurna, meski kata sempurna itu sekali lagi adalah sebuah ironi, karena ku kan selalu mencari kesempurnaan itu meski kunyatakan kesempurnaan itu tak ada….

UnKnown Love

April 1, 2009

Are you happy now?

With the complete life you have

With all the good things around you

And happiness seems real in you

If you’re not happy

then what else you can find

but ..too bad..why i’m not happy for you?

and im questioning my self ….

till now…

Back to the reality

March 19, 2009

Gw abis baca artikel dari temen gw soal facebook, disitu di ceritakan kalo ada ibu-ibu yang kecanduan gara-gara situs pertemanan itu tatau secara umumnya addicted to internet, sehingga tidak bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, tidak sempat menyiapkan makan untuk keluarga, mengacuhkan anak-anaknya, hingga sampai menguras anggaran rumah tangga untuk biaya internet per bulannya. Dan mungkin masih banyak ceita2 yang ampir mirip ma artikel yang gw baca..The point is internet makes addict indeed..

Dan gw ga menyangkal itu, gimana ga mengasyikkan, semua informasi yang kita butuhkan dapat kita ketahui dengan hanya satu klik saja. dan semua informasi itu tanpa batas, melintasi benua, samudra, negara, perbedaan waktu, jarak..dan semua barrier yang ada. Dan itu semakin mengasikkan dengan munculnya situs-situs yang memudahkan kita berinteraksi dan menjalin pertemanan dengan orang-orang di seluruh dunia. Sangat memudahkan melihat foto-foto “teman-teman” kita dengan aktivitas pribadinya, atau sekedar mengucapkan salam untuk public figure yang kita kagumi di blog pribadinya. Kesemuanya itu memang membuat kita lupa waktu dan terombang-ambing di dunia maya..

Jujur gw suka berinternet-ria, selalu buka fb tiap hari, update dengan berita-berita yang bisa gw dapat dengan instan, dan rajin ngutak ngatik blog..tapi gw selalu merasa kosong..rasanya jiwa gw ga lengkap, rasanya semuanya itu tidak nyata. temen-temen yang gw dapet di fb, yang suka memberi komentar di status gw kadang2 ada yang ga gw kenal, dan kadang-kadang gw merasa aneh share tentang kehidupan gw di blog seolah-olah sedang bercerita pada seseorang, padahal gw ga tau siapa dan untuk apa gw bercerita, cuma untuk kepuasan sesaat.

Jadi gw tidak kecanduan, karena diri gw sendiri yang menolak untuk itu, dan gw bersyukur gw masih diberi kesadaran dan tameng untuk menyaring arus derasnya informasi..saran gw buat yang kecanduan internet, rajin-rajinlah mempertanyakan pada diri sendiri ‘UNTUK APA SEMUA INI? “..apabila ada manfaatnya teruskan, tapi bila lebih banyak mudharatnya hentikan..dan back to the reality….

Dilema

February 19, 2009

Telah lama aku menahan kesakitan ini, nyeri, perih dan sangat mengganggu. Saat aku tak kuat lagi, aku menemuinya. Dia terlihat cantik dan ayu, terlihat ramah dengan gigi-gigi tertata rapi. Aku menunnggunya lama, di ruangan serba putih dan bau kimiawi merebak. Aku tak kuasa menahan kegelisahan, Tak kuasa meredam kekhawatiran, dan tak sanggup meredakn ketakutan. Berbaga cerita telah sampai di telingaku. Betapa seram momoknya di kalangan awam, betapa enggannya dia ditemui oleh sebagian orang. Tapi aku harus menemuinya, karena dari dia aku mengharap pertolongan.

Dia memangil ku, dengan tegas menanyakan keluhanku. Merinci setiap perubahan dalam tubuhku, mennanyakan detail-detail perkembanganku. Dia menelitiku dengan alat berukuran besar, dan cahaya yang menyilaukan. Dia memasukkan benda ke dalam mulutku, hanya sekejap kemudian dia berujar “kita harus menghilangkan ini”

Aku terpana. Dia menjelaskan resikonya, dia memberikan syarat-syarat dan perjanjian, aku mencoba mencerna setiap kata-katanya, tak menyangka begitu besar dampaknya dalam hidupku. dia tidak memberikan pilihan, harus cepat di ambil tindakan meskipun sebelumnya dia memberikan tindakan-tindakan pendahuluan yang harus dilakukan agar proses ini tidak berlangsung sakit luar biasa. Aku dipenuhi keraguan. Dan tak kuasa menanggung resikonya, Aku tahu aku harus melakukan ini, tapi sebagian diriku menganggap aku harus bertahan, Meski aku ngeri membayangkannya. Dan rasa kepercayaan diriku padanya menjadi luntur, Bagaimana aku mau menyerahkan seluruh hidupku padanya bila aku tak lagi percaya padanya. Bagaimana mungkin aku mau membiarkan dia mencabut gigiku bila aku tak percaya padanya?????!!!!!!….UUUUhhhhh…dilema…(in dramatic way)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.